Komputer Untuk Pelaksanaan UNBK Menjadi Target Pencuri

Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer atau UNBK untuk jenjang sekolah menengah kejuruan atau SMK tinggal menghitung hari akan tetapi ternyata ujian yang digunakan untuk menentukan kompetensi siswa tersebut menjadi target dari para pencuri yang mencuri peralatan penting dalam ujian tersebut yaitu komputer. Kawanan pencuri ini biasanya memanfaatkan sekolah yang memiliki pengawasan yang lemah.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia Retno Listyarti menjelaskan bawha menjelang UNBK ini terdapat peristiwa hilangnya 20 unit laptop atau komputer di SMKN 4 Kabupaten Tangerang padahal sekolah tersebut sendiri juga kekurangan 16 komputer untuk dapat melaksanakan UNBK. Dikarenakna peristiwan ini sekolah tersebut total kekurangan sebanyak 36 unit komputer.
Komputer Untuk Pelaksanaan UNBK Menjadi Target Pencuri
“Untungnya para siswa pengertian dengan meminjamkan laptop yang mereka miliki sehingga masalah ini dapat terselesaikan. Hari pertama ujian di SMKN 4 berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti,” kata Retno.

Kasus pencurian ini membuat beberapa sekolah memperketat keamanan labotarium komputer yang mereka miliki. Ada beberapa bahkan menambah jumlah satpam untuk secara khusus menjaga ruang yang tempat berlangsung.

FSGI sendiri juga menyoroti jadwal UNBK yang dilakukan oleh sekolah negeri yang rata-rata yang dibagi dalam tiga sesi sehingga ujian mulai dari jam 7.30 WIB untuk sesi pertama hingga jam 14.00 WIB untuk sesi terakhir. Jadwal tersebut akan berjalan sesuai waktu jika tidak terjadi kendala dengan server pusat. Jika terjadi permasalahan pada server pusat tidak tertutup kemungkinan bahwa ujian tersebut akan mundul dari jadwal yang telah disusun.

2 Guru Masuk Bui Karena Korupsi Mobil

2 Guru tersangkut kasus dugaaan korupsi program mobil di SMKN 1 Blitar. Mereka adalah Imam Mahfud alias IM yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sekolah SMKN 1 Blitar dan Hutamadi yang merupakan guru teknik otomotif.

2 tersangka tersebut dijebloskan ke penjara setelah berkas kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan. Keduanya resmi ditahan karena diduga melakukan situs poker tindak pidahan korupsi atau tipikor. Imam Mahfud saat ini telah berstatus sebagai guru biasa di SMKN 1 Blitar.

Dugaan korupsi tersbeut terkait dengan pelaksanaan pengadaan barang pada program pembuatan assembly line beserta tools perakitan bodi kendaraan roda empat untuk anggaran tahun 2011-2012. Program tersebut dibiayai oleh negara yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN.
2 Guru Masuk Bui Karena Korupsi Mobil
Kedua tersangka mengakali surat pertanggungjawaban dalam hal ini dokumen program. Atas tindakan kedua pelaku, negara dirugian sebesar Rp 80 juta. Barang bukti agen poker yang diterima oleh Kejari Blitar adalah beebrapa dokumen pengadaan barang dan uang tunai Rp 10 juta didalam rekening salah satu tersangka.

Tidak ketinggalan, polisi juga mengamankan 2 mobil SUV Cherry Tiggo yang mana 1 merupakan SUV dan satu lagi Double Cabin beserta 2 mini truk. Terdapat pula 4 hoist crane, 1 set assembly line serta tools yang terdiri dari berbagai peralatan otomotif.

Kepala Kejari Blitar Dade Ruskandar yang diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen Safi menyatakan bahwa kedua tersangka bandar poker telah di tanah. Mereka akan dijerat dengan Pasa 2 ayat 1 subsider pasal 3 Undang-Undang Nomo 31 Tahun 1999 mengenai Pemberantasan Korupsi. Selain itu pihak Kejaksaan Tinggi juga mengenakan pasa 9 UU nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.