Sindikat Penjual Bayi Ini Telah Pernah Jual Bayi Rp 50 Juta

Kasus sindikat perdagangan bayi dengan terdakwa Buyung, Yuliana dan Ermanila kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Batam pada hari Rabu 14 December 2016.

Sidang kali ini telah mengagendakan untuk memeriksa para terdakwa. Terungkap bawha keberhasilan para pelaku yang menjual seorang bayi dengan harga Rp 50 juta sebelum kasus ini merebak ke publik. Terdakwa Buyung mengatakan bawha pratek penjualan bayi kepada Apui yang berusia 2 bulan ini terjadi karena telah sindikat ini telah pernah berhasil menjual bayi sebelumnya.

“Ini adalah aksi kedua kalinya yang mulia,” kata Buyung. Dirinya menjelaskan bawha aksi ini berawal dari infromasi Yuliana yang mengatakan pada dirinya bahwa terdapat bayi keturunan Tionghoa yang berasal dari Selat Panjang yang ingin dijual.

“Mendapati kabar tersebut, saya mencari orang yang mau membeli yang dimana kebetulan adalah sepusu saya sendiri, Akun,” lanjut Akun yang dibenarkan oleh istri terdakwa Ermanila. Transaksi penjualan bayi tersebut terjadi kurang lebih 1 tahun yang lalu. Dari transaksi tersebut, Buyung mengatakan bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp 50 juta dari Akun.

“Sesuai kesepakatan, saya menyerahkan uang tersebut kepada Yuliana sebear Rp 45 juta kepada orang tua bayi dan sisa 5 juta kami ambil sebagai upah kami,” kata Buyung.

Setelah enam bulan berselang tepatnya pada Juni lalu, Yuliana kembali menghubungi Buyung untuk memberitahukan bahwa bayi dari bibi-nya yang ingin diadopsi yaitu Apui. “Saya tinggal di Pekanbaru. Istri saya kemudian pergi ke Karimun untuk menemui Yuliana dan bersama-sama menuju Batam untuk melihat bayi Apui,” jelas Buyung.

Setelah mendapatkan pembeli yang berasal dari Singapura yaitu Edi, Buyung pergi ke Batam untuk melanjutkan transaksi tersebut yang dimana disepakati harga SGD 6.000 atau sekitar Rp 60 juta.
Dari harga tersebut, Yuliana memberikan syarat agar uang adopsi bayi tersebut dibayarkan Rp 40 juta kepada orang tua bayi dan sisanya Rp 20 juta sebagai upah.

“Namun ketika transaksi dirumah Edi, Ahiang di Bengkong, datang polisi yang menyamar yang ingin menawar dengan SGD 8.000. Kami langsung ditangkap disana,” jelas Buyung dan Ermanila. Sementara itu Yuliana membantah semua pernyataan pasutri tersebut dan mengatakan bahwa dirinya baru kenal 2 minggu dengan mereka sebelum penangkapan.

“Tidak pernah saya menjual bayi sebelumnya. Saya orang yang tidak berpendidikan yang mulia. Baca tulis saja tidak bisa karena tidak pernah sekolah,” ucap Yuliana yang berurai air mata. Yuliana juga membantah semua isi dari BAP yang berasal dari penyidik dan mengatakan bawha dirinya dipaksa untuk tanda tangan karena diancam suami nya akan juga dipenjara jika tidak mau tanda tangani BAP tersebut.

Selanjutnya para terdakwa akan menghadapi sidang yang mengagendakan penuntutan pada pekan depan.

Polisi Gebrek Komplotan Begal Dengan Membacaok Korban

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menciduk pelaku begal sadis yang kerap beraksi di wilayah Jakarta Timur. Penangkapan ini dilakukan pada Senin 21 November 2016 lalu.

Kasubdit Resmob Plda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto mengtakan bahwa penangkapan bermula ketika anak buahnya mendapatkan laporan bandar togel tentang adanya 2 korban begal di Cipayung Jakarta Timur pada Minggu dini hari. Dua orang yang menjadi korban adalah bernama Imam Masyuri berusia 20 tahun dengan luka bacok di punggung sedangkan korban yang lainnya bernama Rendi Hermawan berusia 17 tahun tewas seketika di lokasi kejadian.
polisi-gebrek-komplotan-begal-dengan-membacaok-korban
“Kami periksai rekaman CCTV yang ada disekitar lokasi. Kemudian kami melakukan analisis ciri-ciri pelaku sebelum kami lakukan togel online pengembangkan pelaku,” kata Budi di Polda Metro Jaya pada Minggu 27 November.

Budi mengatakan bawha sleian memeriksa CCTV, polisi juga menggali sebanyak mungkin keterangan dari Imam Masyuri yang mengalami luka bacok serta tidak lupa memastikan ciri-ciri pelaku. Dari berbagai analisis tersebut, Budi menjelaskan bahwa pihak kepolisian akhirnya dapat mencokok BA alias B bin N yang berusia 17 tahun.

“Kami melakukan pengakapan di daerah Ciracas. Pelaku telah mengetahui bahwa sedang diburu petugas sehingga yang bersangkutan bersembunyi di daerah Ciracas,” lanjut AKBP Budi. Menurut Budi, pelaku membacok Imam dibagian punggung sebanyak 1 kali dengan menggunakan celurit.

Dari keterangan B, polisi mendapatkan titik terang mengenai pelaku lainnya yang terkait dengan aksi begal terhadap Imam dan Rendi. Terdapat pelaku lainnya yaitu Revi alias Buluk dan Madon yang diketahui membacok Rendi.

Polisi juga mengidentifikasi plekau lain yaitu Ario, SUkun dan TOnjol yang telah melakuakn pembacokan terhadap Imam. Sementara itu Tersangka lainnya bernama Anoy, Usman, Muklis, Memet dan Idris tengah diburu karena melakukan perusakan terhadap motor korban.

“Para tersangka saat ini masih ada yang dalam pengejaran petugas,” kata Budi. Sedangkan untuk tersangka yang telah http://www.teman4d.com di tangkap akan dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Tigal Anggota Begal Odon Ikut Ditembak

Tidak hanya menembak HM alias Odon, anggota satuan tugas reserse kriminal Polrestables Bandung juga menangkap tiga pria yang diduga termasuk dalam jaringan komplotan Odon. Ketiga pria tersebut berinisial BY alias Obay, AD alias Adit dan Iday. Ketiga orang tersebut ditangkap aparat di kediamannya masing-masing.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Winarto mengatakan bahwa satreskrim berhasil menangkap Odon yang berada di Jalan Babakan Siliwangi karena mendapat informasi agen Sbobet dari ketiga tersangka ini. “Setelah kami tangkap ketiganya, Kami kembangkan dan berhasil mendapat Odon yang merupakan aktor intelektualnya,” jelas Winarto.
tigal-anggota-begal-odon-ikut-ditembak
Dalam menjalankan aksinya, ketiga pelaku tidak segan-segan untuk melukai korbannya. Pada aksinya, para pelaku selalu membawa senjata tajam dengan berbagai ukuran. Aparat kepolisian disebut oleh Winarto akhirnya melepaskan tembakan untuk melumpukan tersangka karena ketiga tersangka mencoba melarikan diri ketika hendak ditangkap.

“Dari tiga lokasi tersebut kami berhasil mendapati 3 senjata tajam dan 2 unit sepeda motor Sbobet Classic yang diduga digunakan untuk melanjatkan aksi mereka,” tambah Winarto.

Para pelaku besama-sama dengan Odon beraksi di tiga lokasi di Kecamatan Coblong beberapa waktu lalu. Target aksi mereka adalah mahasiswa yang pulang malam dari kampus mereka.

“Mereka melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yaitu dengan cara membacok korbannya dengna menggunakan senjata tajam,” kata Winarto. Penyidik menyangka ketiganya dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Sementara itu Odon tewas terkena timah panas Sbobet Casino karena mencoba melawan saat akan ditangkap dengan menyabetkan senjata tajam kearah polisi.

Karyawan Kepala Putus Dihantam Lift Di Sumatera Barat

Kecelakaan kerja dialami oleh Syofiarman yang berusia 32. Syofiarman merupakan karyawan dari PT Teluk Luas, Jalan Bypass Lubuakbagaluang, Padang, Sumatera Barat.

Syofiarman tewas menggenaskan ditimpa lift yang mengangkat karet. Kepala korban sampai terputus ditimpa lift yang turun dari lantai 6 gedung yang digunakan sebagai penjemuran karet. Kepala korban menggelinding ke lantai dasar dari lantai satu yang merupakan ruangan penjemuran karet.

Sontak, akktivitas kerja pabrik langsung dihentikan oleh pihak manajemen begitu juga dengan karyawan yang sedang berkerja terkejut dengan insiden kecelakaan ini. Dari informasi yang berhasil dihimpun, ketika kejadian korban yang merupakan warga asli Pauh ini sedang beraktivitas di lantai satu gedung penjemuran.

Tiba-tiba, Syofiarman mengeluarkan memasukan kepalanya kedalam jalur atau lorong lift. Disaat bersamaan, lift turn dari lantai empat menuju lantai dasar. Lif tersebut secara seketika menghantam kepala korban yang ketika itu berada di lantai 1. Kuatnya hantaman yang menghantam kepala korban disinyalir sebagai penyebab utama dari pututsnya separuh kepala korban yang jatuh ke lantai dasar.
Karyawan Kepala Putus Dihantam Lift Di Sumatera Barat
Korban seketika langsung meninggal di tempat. Beberapa jam setelah kejadian tim identifikasi dari Polresta Padang beserta Jajaran Reskrim Polsek Lubukbagaluang yang dipimpin oleh Kapolsek Kompol Aljufri langsung ke TKP dan mengamankan lokasi dengan memasang police line.

“Kecelakaan terjadi pada pukul 22.00 WIB. Korban tidak tahu kalau lift turun dari lantai 4 dan langsung menimpa kepalanya,” kata Kapolsek. Kapolsek juga menambahkan bahwa saat kepala korban jatuh ke lantai bawah, tubuh koran tetap berada di lantai 1.

Setelah melakukan identifikasi, jenazah korban langsung akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi. “Kita akan segera menyerahkan kepada pihak keluarga setelah otopsi selesai. Untuk penyebabnya sendiri masih dalam penyelidikan,” kata Kapolsek.

Dari sisi manajemen perusahaan sendiri, Direktur Utama PT Teluk Luas, Johan mengatakan bahwa perusahaannya akan membenahi sistem keamanan pekerja setelah kejadian ini. Dirinya mengatakan bahwa perusahaan telah membuat aturan untuk tidak membenarkan pekerja masuk ke area lift yang tengah beroperasi. “Kejadian ini murni kecelakaan. Kami sudah ada peraturan untuk melarang pekerja melihat ke bawah melalui lorong lift. Kedepannya, perusahaan akan meningkatkan pengamanan serta aturan didalam area kerja,” kata Johan.

Perwakilan dari keluarga korban yaitu sepupup korban, Def, 34 tahun mengatakan bahwa pihak keluarga berharap pihak perusahaan dapat bertanggung jawan atas musibah ini.

OTT Pungli Di Pelabuhan Belawan Tidak Terkait Dengan Dwelling Time

Petugas gabungan dari Satgas Bareskrim Polri dan Polda Sumatera Utara melakukan OTT atau operasi tangkap tangan yang diduga sebagai pratik pungutan liar yang dilakukan oleh oknum Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Upaya Karya di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

Selain melakukan OTT di koperasi tersebut, aparat agen poker juga tengah melakukan pengembangan ke Kantor Otoritas Pelabuhan Belawan. Di Kantor Otoritas Pelabuhan Belawan, polisi menggeledah 2 ruangan. Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan bahwa dalam operasi yang dilakukan kepolisian Polda Sumatera Utara tersebut diaman uang tunai yang mencapai Rp 330 juta.
OTT Pungli Di Pelabuhan Belawan Tidak Terkait Dengan Dwelling Time
Polisi juga menangkap 3 orang yang diduga sebagai pelaku yang merupakan petugas dari Koperasi TKBM Pelabuhan Belawan. Ketika petugas tersebut masih belum diketahui identitasnya. “Para pelaku atau terduga yang melakukan punggutan liar dengan meminta sejumlah uang kepada pemilik barang untuk melakukan proses bongkar muat situs poker saat ini tengah menjalani pemeriksaan,” kata Rycko.

Rycko mengatakan bahwa pratek tersebut telah masuk kedalam ranah tindak pidana pemerasan karena para pelaku meminta sejumlah uang dari pemilik barang atau pihak kedua dalam hal ini konsumen dari bongkar muat pelabuhan untuk memperlancar proses bongkar muat barang.

“Ini bukan masalah dwelling time. Ini masuk ke dalam tindak pidana pemerasan dan tim saat ini tengah melakukan pengembangan untuk melihat ada tidak kemungkinan masuk ke dwelling time,” sambung Rycko.

Dalam OTT tersebut, Jenderal bintang dua tersebut menerangkat bahwa pihak kepolisian tidak menutup kemungkinan bertambahnya pelaku bandar poker karena OTT merupakan awal dari jaringan pungli di Pelabuhan Belawan.

“Ini sebagai bentuk tindak lanjut dari perintah Presiden untuk memberantas pungli.” kata Rycko.

Kesal Pensiun Istri Tidak Diterima, Wilson Nekat Bakar Rumah Sendiri

Wilson Gurning, 65 seorang warga Jalan Viata Wuda Ujung, Kelurahan Tozai Baru, Kecamatan Siantar Sitalasari membuat heboh kota Siantar pada hari Kamis pukul 6.45 WIB.

Pada pagi itu, ketika orang baru bangun tidur dan bersiap diri untuk beraktivitas seperti biasanya, Wilson malah sibuk membakar rumahnya sendiri. Seketika rumah sederhana yang memiliki 2 kamar tidur tersebut dengan cepat ludes dilahap oleh si jago merah.
Kesal Pensiun Istri Tidak Diterima, Wilson Nekat Bakar Rumah Sendiri
Upaya pemadaman api yang awalnya dilakukan oleh ratusan warga menggunakan air yang diambil dengan ember dan peralatan sederhana lainnya, akan tetapi usaha tersebut sia-sia karena terdapat botol minuman yang berisi bensin yang teletak tidak jauh dari sumber api yang membuat api tidak bisa dipadamkan.

Ketika diamankan oleh Polisi, Wilson memberikan keterangan singkat mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan karena kesal bahwa uang pensiun istrinya dan gajinya sebagai tukang kebersihan tidak pernah didapatkan oleh dirinya.

“Saya sudah tidak makan dan gaji pensiun yang merupakan hak kami juga tidak diperoleh,” terang Wilson kepada polisi. Menurut keterangan dari warga setempat, Wilson sempat terlihat pergi meninggalkan rumah beberapa saat sebelum api muncul. Ketika pergi, Wilson membawa sejumlah dokumen penting.

Bahkan ketika orang sedang sibuk untuk memadamkan api yang berasal dari rumahnya tersebut, Wilson terlihat duduk santai di pojok gedung gereja HKBP Anugerah seolah-olah tidak ada peristiwa apapun.

Jarak gereja kerumahnya yang bernomor 210 hanya sekitar 150 meter. Hal tersebut membuat warga curiga bahwa Wilson sengaja membakar rumahnya tersebut.