OTT Pungli Di Pelabuhan Belawan Tidak Terkait Dengan Dwelling Time

Petugas gabungan dari Satgas Bareskrim Polri dan Polda Sumatera Utara melakukan OTT atau operasi tangkap tangan yang diduga sebagai pratik pungutan liar yang dilakukan oleh oknum Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Upaya Karya di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

Selain melakukan OTT di koperasi tersebut, aparat agen poker juga tengah melakukan pengembangan ke Kantor Otoritas Pelabuhan Belawan. Di Kantor Otoritas Pelabuhan Belawan, polisi menggeledah 2 ruangan. Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan bahwa dalam operasi yang dilakukan kepolisian Polda Sumatera Utara tersebut diaman uang tunai yang mencapai Rp 330 juta.
OTT Pungli Di Pelabuhan Belawan Tidak Terkait Dengan Dwelling Time
Polisi juga menangkap 3 orang yang diduga sebagai pelaku yang merupakan petugas dari Koperasi TKBM Pelabuhan Belawan. Ketika petugas tersebut masih belum diketahui identitasnya. “Para pelaku atau terduga yang melakukan punggutan liar dengan meminta sejumlah uang kepada pemilik barang untuk melakukan proses bongkar muat situs poker saat ini tengah menjalani pemeriksaan,” kata Rycko.

Rycko mengatakan bahwa pratek tersebut telah masuk kedalam ranah tindak pidana pemerasan karena para pelaku meminta sejumlah uang dari pemilik barang atau pihak kedua dalam hal ini konsumen dari bongkar muat pelabuhan untuk memperlancar proses bongkar muat barang.

“Ini bukan masalah dwelling time. Ini masuk ke dalam tindak pidana pemerasan dan tim saat ini tengah melakukan pengembangan untuk melihat ada tidak kemungkinan masuk ke dwelling time,” sambung Rycko.

Dalam OTT tersebut, Jenderal bintang dua tersebut menerangkat bahwa pihak kepolisian tidak menutup kemungkinan bertambahnya pelaku bandar poker karena OTT merupakan awal dari jaringan pungli di Pelabuhan Belawan.

“Ini sebagai bentuk tindak lanjut dari perintah Presiden untuk memberantas pungli.” kata Rycko.