Karyawan Kepala Putus Dihantam Lift Di Sumatera Barat

Kecelakaan kerja dialami oleh Syofiarman yang berusia 32. Syofiarman merupakan karyawan dari PT Teluk Luas, Jalan Bypass Lubuakbagaluang, Padang, Sumatera Barat.

Syofiarman tewas menggenaskan ditimpa lift yang mengangkat karet. Kepala korban sampai terputus ditimpa lift yang turun dari lantai 6 gedung yang digunakan sebagai penjemuran karet. Kepala korban menggelinding ke lantai dasar dari lantai satu yang merupakan ruangan penjemuran karet.

Sontak, akktivitas kerja pabrik langsung dihentikan oleh pihak manajemen begitu juga dengan karyawan yang sedang berkerja terkejut dengan insiden kecelakaan ini. Dari informasi yang berhasil dihimpun, ketika kejadian korban yang merupakan warga asli Pauh ini sedang beraktivitas di lantai satu gedung penjemuran.

Tiba-tiba, Syofiarman mengeluarkan memasukan kepalanya kedalam jalur atau lorong lift. Disaat bersamaan, lift turn dari lantai empat menuju lantai dasar. Lif tersebut secara seketika menghantam kepala korban yang ketika itu berada di lantai 1. Kuatnya hantaman yang menghantam kepala korban disinyalir sebagai penyebab utama dari pututsnya separuh kepala korban yang jatuh ke lantai dasar.
Karyawan Kepala Putus Dihantam Lift Di Sumatera Barat
Korban seketika langsung meninggal di tempat. Beberapa jam setelah kejadian tim identifikasi dari Polresta Padang beserta Jajaran Reskrim Polsek Lubukbagaluang yang dipimpin oleh Kapolsek Kompol Aljufri langsung ke TKP dan mengamankan lokasi dengan memasang police line.

“Kecelakaan terjadi pada pukul 22.00 WIB. Korban tidak tahu kalau lift turun dari lantai 4 dan langsung menimpa kepalanya,” kata Kapolsek. Kapolsek juga menambahkan bahwa saat kepala korban jatuh ke lantai bawah, tubuh koran tetap berada di lantai 1.

Setelah melakukan identifikasi, jenazah korban langsung akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi. “Kita akan segera menyerahkan kepada pihak keluarga setelah otopsi selesai. Untuk penyebabnya sendiri masih dalam penyelidikan,” kata Kapolsek.

Dari sisi manajemen perusahaan sendiri, Direktur Utama PT Teluk Luas, Johan mengatakan bahwa perusahaannya akan membenahi sistem keamanan pekerja setelah kejadian ini. Dirinya mengatakan bahwa perusahaan telah membuat aturan untuk tidak membenarkan pekerja masuk ke area lift yang tengah beroperasi. “Kejadian ini murni kecelakaan. Kami sudah ada peraturan untuk melarang pekerja melihat ke bawah melalui lorong lift. Kedepannya, perusahaan akan meningkatkan pengamanan serta aturan didalam area kerja,” kata Johan.

Perwakilan dari keluarga korban yaitu sepupup korban, Def, 34 tahun mengatakan bahwa pihak keluarga berharap pihak perusahaan dapat bertanggung jawan atas musibah ini.